SUMATRALINK.ID – Tidak semua orang mendapatkah hidayah dan berhijrah tanpa izin dari Allah Subhanahu wata’ala (SWT). Seorang Arab Badui mendatangi Nabi Muhammad Sholallahu’alaihi wassalam (SAW) telah menyatakan beriman dan berhijrah. “Aku akan ikut berhijrah bersama Anda (Nabi SAW),” kata seorang lelaki Arab Badui seperti dinukil Imam An-Nasa’i melalui Suwaid bin Nashr dalam Buku Kisah Karomah Para Wali Allah, Sejak Zaman Ibrahim hingga 1344 H (2010). Nabi SAW memanggil beberapa sahabatnya agar mengurusi seorang Arab Badui yang telah masuk Islam. Setelah terjadi perang, terdapat ghanimah (harta pampasan perang). Nabi SAW membagi-bagikan ghanimah tersebut kepada para sahabat. Beliau SAW memanggil sahabatnya agar memberikan juga ghanimah kepada Arab Badui tersebut. Sahabat mendatangi Arab Badui dan memberikan titipan ghanimah dari Nabi SAW. “Apa ini?” tanya Arab Badui. “Ini bagian kamu. Nabi SAW memberimu,” jawab seorang sahabat yang diamanahi memberikan ghanimah tersebut. Ghanimah tersebut diterima Arab Badui. Tapi, justru Arab Badui tersebut bergegas mendatangi Nabi SAW. “Apa ini (ghanimah)?” tanyanya kepada Rasul SAW. “Bagianmu,” jawab Nabi SAW. “Bukan untuk ini aku ikut Anda wahai Nabi SAW. Tetapi, aku ikut Anda supaya ada anak panah yang menancap ke sini (menujukkan lehernya) lalu aku mati dan masuk surga,” kata seorang lelaki Arab Badui itu. Rasulullah SAW bersabda, “Jika (ia) jujur kepada Allah, niscaya Allah akan meluluskan keinginannya.” Selang beberapa waktu, terjadi perang kaum muslimin melawan kaum musyrikin. Perang bergejolak, terdapat korban dari kaum muslimin. Salah seorang korban meninggal dunia terdapat di lehernya tertancap anak panah. Lalu jasadnya dibawa sahabat menghadap Nabi SAW. “Apakah dia (seorang Arab Badui)?” tanya Rasul SAW. “Ya…,” jawab sahabat. Rasulullah SAW bersabda, “Ia telah jujur kepada Allah sehingga Allah meluluskan keinginannya.” Nabi SAW mengkafani Arab Badui tersebut dengan jubah beliau. Seusai menshalatinya, Nabi SAW mendoakan seorang Arab Badui tersebut, seperti diriwatkan Ath-Thabrani, Al-Baihaki, dan Ath-Thawawi: “Ya, Allah, ini adalah hamba-Mu. Ia berangkat sebagai orang yang berhijrah di jalan-Mu, dan ia gugur sebagai syahid. Aku menjadi saksinya.” Allahua’lam bishawab. (Mursalin Yasland) Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Kisah Nabi Muhammad SAW Tak Jadi Dipenggal Arab Badui Anas bin Malik, Referensi Umat Sepeninggal Nabi SAW