Dokter Tifa.Dokter Tifauzia Tyassuma sedang menjalani ujian disertasi, Jumat (19/6/2026). (Foto: Dok. @Tifauzia Tyassuma).

SUMATRALINK.ID, JAKARTA – Dua tersangka Roy Suryo dan Dokter Tifauzia Tyassuma akhirnya ditangkap aparat Polda Metro Jaya, Jumat (19/6/2026). Penangkapan dan penahanan kedua tersangka tersebut terkait kasus pencemaran nama baik keaslian ijazah mantan Presiden RI Joko Widodo.

Roy Suryo, mantan Menteri Olahraga zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ditangkap di rumahnya, Jumat dini hari, selepas kegiatannya di Bandung, Jawa Barat. Roy Suryo ditangkap selepas Shalat Subuh.

“Mas Roy mengatakan tidak sempat apa-apa. Untung masih sempat Shalat Subuh,” kata Refly Harun, Kuasa Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Sedangkan penangkapan dan penahanan tersangka Dokter Tifa, berlangsung saat ia sedang menjalani ujian strata 3 atau desertasi program doktoral pada Jumat pagi.

“Tepat saat saya menghadapi ujian S3 hari ini Jumat 19 Juni 2026, saya ditangkap Polda,” tulis Dokter Tifa dalam akun medsosnya @tifauzia tyassuma, yang dikutip sumatralink.id, Jumat (19/6/2026).

“Saya minta izin untuk ujian pagi ini pukul 8.00 WIB. Diizinkan dengan kawalan ketat. Mohon doa semua saudara sebangsa dan setanah air,” kata Dokter Tifa, yang berfose bersama tim pengawalnya.

Refly Harun, yang juga pakar Hukum Tata Negara menyesalkan penangkapan terhadap dokter Tifa, menjelang ia menghadapi ujian disertasi pada Jumat pagi.

“Pukul 08.00 WIB dia mau ujian, pukul 07.00 WIB dia ditangkap. Padahal, dia sudah bersiap pergi ke suatu tempat untuk ujian tersebut,” kata Refly.

Dalam akunnya, dalam menghadapi sidang disertasi S-3), Dokter Tifa mengungkapkan, kuliah di Fakultas Kedokteran sangat berat dan meluluhlantakkan tubuh, jiwa, dan mental. “Kini perasaan itu terasakan kembali,” ujarnya.

Menurut dia, disertasi tentu dengan beban dan tanggung jawab yang jauh lebih besar. Disertasi Dokter Tifa yakni tentang Diabetes, penyakit yang diderita 20 juta orang Indonesia, dan itu angka gunung es. “Faktanya lebih banyak,” katanya.

Dalam disertasinya, Dokter Tifa juga mengangkat dan mengungkap Kitab Suci Al-Quran dengan ayat-ayat As-Syifa atau ayat-ayat penyembuh.

“Berat, berat sekali pertanggungjawabannya. Karena itu, saya mohon doa sahabat semua sebangsa dan setanah air,” katanya. (Emye)

Editor: Mursalin Yasland

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *