Kue Benjak Enjak, kue manis tradisional asal Lampung. (Foto: Dok. Pinterest)
Kue Benjak Enjak, kue manis tradisional asal Lampung. (Foto: Dok. Pinterest)

SumatraLink.id — Sebagian besar masyarakat di Lampung belum mengenal namanya, apalagi generasi milenial dan generasi Z. Di tengah maraknya kuliner milenial dan instan, Benjak Enjak, kue tradisional yang manis legit dan empuk ini dirasakan mulai luput dari pasaran.

Terkadang kue Benjak Enjak ini hadir pada acara-acara keluarga seperti adat pernikahan, marhaban, hari raya, dan kegiatan kumpul-kumpul warga kampung. Kue Benjak Enjak ini jarang hadir di pasar-pasar tradisional apalagi di pasar moderen.

Benjak Enjak, kue tradisional berbahan pisang dan ketan tersebut dirasakan mulai luput dari perhatian orang. Pada acara-acara resmi pemerintah daerah saja, banyak pengunjung khususnya ibu-ibu terlihat tidak memerhatikan kue warisan sejarah tersebut.

Beberapa tahun lalu, kue Benjak Enjak hadir pada Festival Jajanan Manis di Lapangan Pemprov Lampung. Dari pajangan kue tradisional tersebut, para pengunjung kurang peduli dengan kue Benjak Enjak, barangkali tidak tahu atau menganggap biasa, kurang jelas.

Penyelenggara festival PT Sugar Group Companies dengan produknya Gulaku berusaha mengangkat kembali kue tradisional khas Lampung Benjak Enjak. Di hadapan sekitar 700 ibu-ibu, Ketua Tim Penggerak PKK Lampung (waktu itu) Apriliani Yustin mengenalkan kue tradisional khas Lampung Benjak Enjak.

“Kita saksikan pembuatan kue tradisional ‘Benjak Enjak’ itu. Saya juga belum tahu,” kata Yustin, istri M Ridho Ficardo (Gubernur Lampung saat itu) ketika membuka festival seperti dikutip Republika.co.id (28/10/2026).

Yustin mengatakan, ajang jajanan manis tersebut sangat positif sekali, karena mengangkat kembali kehadiran kue-kue tradisional khas daerah di Indonesia, khususnya di Lampung. Ia berharap kue-kue khas tradisional dapat menjadi ciri khas suatu daerah.

Baca juga: Kain Motif Celugam Khas Lampung Barat Tetap Bertahan

Kue Benjak Enjak adalah sejenis kue yang biasanya untuk tamu, ketika bertandang ke sebuah rumah di Lampung. Kue manis mirip wajik atau pepes ketan manis kalau di daerah lain ini juga selalu menjadi santapan keluarga ketika berkumpul.


Kepala Divisi Komunikasi Gulaku, Fiter Cahyono mengatakan, Provinsi Lampung dan Gulaku memiliki ikatan khusus karena dari daerah inilah gula rakyat berkualitas hadir. Dari Lampung tersebut, gula rakyat didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, kehadiran gula, pisang, jagung yang ada di daerah Lampung menjadi bahan pembuat kue tradisional khas Lampung. Kue-kue tersebut dapat bersaing dengan produk kue tradisional daerah-daerah lain.

“Gulaku berkomitmen sebagai gula rakyat ingin melestarikan jajanan manis nusantara. Gulaku terus mengeksplorasi ragam kekayaan kue dan makanan manis tradisional daerah untuk diangkat sebagai warisan berharga,” katanya.

Baca juga: Mi Khodon, Kuliner Legendaris di Telukbetung Sejak 1960

Untuk mengenalkan kue Benjak Enjak, Gulaku telah mempraktekkan pembuatannya dan membagikan brosur resep kepada ibu-ibu yang hadir. Gulaku berharap kue-kue tradisional terus digalakkan untuk kembali terangkat sebagai makanan khas daerah Lampung.

Adapun bahan yang diperlukan membuat kue tradisional khas Lampung Benjak Enjak yakni 250 gram beras ketan, 300 gram pisang raja yang sudah tua, 125 gram gulaku tebu, dan daun pisang untuk membungkus.

Baca juga: Rumah Panggung Ratusan Tahun Jadi Saksi Budaya Melinting Lampung

Sedangkan cara membuatnya yakni cuci beras ketan hingga bersih, lalu rendam selama 30 menit. Kukus ketan dalam dandang hingga setengah matang, lalu angkat dan sisihkan. Campur ketan, pisang raja, dan gulaku, remas-remas hingga gulaku dan pisang hancur.

Ambil selembar daun pisang, beri dua sendok adonan ketan pisang, gulung lalu lipat kedua ujungnya. Ambil dua bungkus adonan, satukan dan ikat dengan tali pada ujung-ujungnya, lalu rebus dalam air mendidih hingga matang. Setelah matang angkat dan sajikan. Bahan tersebut untuk 15 porsi. (Mursalin Yasland)