SUMATRALINK.ID – Pemirsa TVRI masih ingat pemeran drama serial keluarga “Losmen” tahun 1980-an. Ida Leman, namanya. Tak disangka-sangka sebelumnya, tiba-tiba ia tergerak ingin menunaikan ibadah haji. Waktu itu, era Orde Baru, jamaah calon haji di Indonesia masih longgar, tidak sepadat sekarang. Mbak Pur, panggilan akrab Ida Leman dalam drama “Losmen” satu diantara sekian ribu jamaah terpanggil dapat berhaji. Ceritanya, saat menunggu suaminya pulang kerja, malam hari, sebelum tidur Ida Leman biasa membaca buku. Saking letih dan lelahnya beraktivitas seharian, ia tertidur. Dalam tidur pulasnya ia bermimpi. Dalam mimpinya, Ida Leman bertemu seorang lelaki berjubah putih. Perawakannya tinggi besar dan berjenggot mendatangi dirinya dalam suatu kesempatan. Apa ucapan lelaki berjubah putih tersebut? “Tahun ini engkau menunaikan ibadah haji,” begitu kira-kira sapaannya. Ida Leman tersentak bangun. Sehari-hari, memang Ida Leman tidak pernah terngiang segera berangkat haji. Lagi pula, ia tidak pernah bermimpi soal haji. Baru kali ini, ia tertegun dengan mimpinya. Saat sarapan, menjelang suaminya berangkat kerja, Ida Leman mengutarakan mimpinya yang “ajaib” tersebut. Suami langsung mendukung niat tulus istrinya. Ayahnya pun mengizinkan anak putrinya berangkat haji. Tapi, masalahnya, musim haji tahun ini sudah hampir rampung. Bahkan, keberangkatan jamaah calon haji dari Indonesia sudah dimulai. Semua harus disiapkan, tak hanya fisik tapi juga administrasi. Sungguh sulit dipercaya, urusan yang menurut ukuran normal harus diselesaikan berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, sehari itu dapat beres. – Ida Leman Niat disertai usaha, menjadi momentum penting bagi Ida Leman untuk memuluskan panggilan Allah SWT. Meskipun harus sendiri berangkat haji tanpa suami. Ida Leman bergegas berangkat ke Departemen Agama Bagian Urusan Haji. Perempuan kelahiran Padang, 16 November 1955 ini mengurus sendiri administrasi dan perlengkapan ibadah haji. Baca juga: Lelaki Misterius di Depan Hajar Aswad Hal yang mustahil di hadapan manusia, berbeda di hadapan Yang Maha Kuasa. Allah SWT mengabulkan usahanya yang tulus untuk berangkat haji tahun itu juga. “Sungguh sulit dipercaya, urusan yang menurut ukuran normal harus diselesaikan berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, sehari itu dapat beres,” kata Ida Leman, seperti dikutip Majalah Amanah No. 67, 1989. Untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, memang hak prerogatif Allah SWT. Kalau Allah SWT sudah berkehendak, siapa saja yang dipilihnya bisa segera berangkat haji, tak ada satu pun makhluk yang dapat menghalangi-Nya. “Kalau tidak karena hidayah Allah, rasanya memang musykil,” ujar Ida Leman yang memiliki nama asli Hidayati Ahmad Leman. Menurut dia, Allah SWT sungguh Maha Besar, bahwa Allah SWT telah menuntun hamba-Nya dengan cara-Nya sendiri. Wallahua’lam bishawab. (Mursalin Yasland) Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Lelaki Misterius di Depan Hajar Aswad