Sahur keluarga.Ilustrasi: Makan sahur keluarga. (Foto: AI/Sumatralink.id)

SUMATRALINK.ID – Siapa manusia (sudah baligh) di dunia ini yang tidak berdosa (kecuali Nabi Muhammad Sholallahu’alaihi wassalam [SAW] yang maksum)? Selama hidup mulai dari bangun sampai tidur lagi, setiap insan pasti berbuat dosa, tidak ada yang tanpa dosa walau sekecil biji sawi pun.

Semakin lama hidup, otomatis semakin menambah dosa, kecuali orang yang bertobat dan kerap memohon ampun kepada Allah Subhanahuwata’ala (SWT).  Lalu, bagi yang sadar atau tidak sadar telah mengkoleksi dosa dalam hidupnya, apakah ada cara instan untuk menghapusnya?

Seperti kendaraan, tentu tidak semua pemilik kendaraan membayar pajak tahunan atau lima tahunan. Ada saja mereka yang menunggak, lalai, atau karena sesuatu hal pajak terbengkalai, sehingga mati pajak hingga beberapa dekade.

Agar kendaraan selama di jalan tanpa ada hambatan, tentu harus membayar pajak. Lalu, bagaimana bila sudah mati pajak lama, apakah ada cara instan untuk memutihkannya? Biasanya pemerintah setempat memberikan keringanan kepada pemilik kendaraan, agar tetap dapat membayar pajak kendarannya.

Bagi kaum muslimin yang tidak maksum (terbebas dari dosa) seperti Nabi Muhammad SAW, ada cara instan untuk memutihkan atau menghapus dosa baik dosa tahun lalu maupun yang akan datang.

Dalam Kitab Bulughul Marom karya Ibnu Hajar Al-Asqolani menyatakan, dari Abu Qatadah Al Anshari Rodhiyalllahuanhu (Ra) menceritakan, Rasulullah Sholallahu’alahiwassalam (SAW) pernah mendapat pertanyaan mengenai puasa pada hari Arofah, lalu Beliau menjawab, “Dapat menghapus (dosa) tahun lalu dan tahun yang akan datang.”

Dan Beliau pernah ditanya pula mengenai puasa pada hari Asyuro, lalu Beliau menjawab, “Dapat menghapus (dosa) tahun lalu.”

Dan ditanya pula mengenai puasa pada hari Senin, lalu Beliau bersabda, “Hari itu merupakan hari aku dilahirkan, hari aku diutus, dan hari wahyu diturunkan kepadaku,” (HR. Imam Muslim).

Dengan berpuasa sehari pada Hari Arofah pada 9 Dzulhijjah, ternyata dapat menghapus dosa tahun lalu dan tahun depan. Begitu juga dengan berpuasa pada 10 Muharram, dapat menghapus dosa tahun lalu.

Ada kemudahan dari Allah SWT yang disampaikan Nabi Muhammad SAW tersebut, apakah kita sebagai hamba-Nya yang lemah dan penuh dosa ini tidak mau meraih kesempatan untuk meraih kemuliaan tersebut?

Sangat miris, bila kesempatan yang terjadi hanya dua kali dalam setahun tersebut kita lewatkan begitu saja. Padahal, untuk memutihkan atau menghapus dosa-dosa baik tahun lalu maupun tahun depan, tidak perlu mengeluarkan uang banyak, harta melimpah, dan tenaga.

Hanya dengan berpuasa sehari dengan niat yang tulus memohon kepada Allah SWT agar puasa dapat diterima, bukan tidak mungkin usaha dan upaya untuk memutihkan dosa di hadapan Allah SWT dapat diijabah.

Dengan cara apalagi yang mudah, murah, ringan, dan tidak berlama-lama, kita dapat memutihkan dosa setahun lalu atau setahun yang akan datang. Sangat merugi bagi setiap diri kita tidak memanfaatkan hari Arofah dan Asyuro untuk bekal menghadap Allah SWT kelak.

Semoga kita diberi kekuatan untuk berpuasa Arofah dan Asyuro, bila waktunya tiba. Allahua’lam bishawab. (Mursalin Yasland)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *